Senin, 12 Januari 2015

Jomblo: Sebuah Catatan Hati

Jomblo?

Itu makanan jenis apa? Pasti pait ya?

Jadi jomblo memang pahit begitu lah kira-kira. Sering kali para jomblo di anggap abnormal. Bayangkan bro, dianggap tidak normal? Nyesek nggak tuh?

Jari-jari kita pernah saling menggenggam
Berpaut berpagut dalam irama cinta
Melodi rindu pernah saling didendangkan
Memecah irama sunyi
Membungkam lagu sendu bersenandikakan lara jiwa
Berganti dengan irama merdu
Menuai kata rindu
Rindu kita pernah satu
Tidak mutlak tidak selalu
Akhirnya genggaman kita terlepas
Angin melepaskannya dari jemari
Agaknya gempa kecil itu tak bisa lagi membuat kita saling menguatkan
Kita terlalu rapuh
Langkah kita perlahan saling menjauh
Meninggalkan satu kata
Yang bernamakan kenangan
Untukmu yang tidak tertakdirkan untukku

Dari sebait rindu dan nyanyian jiwa diatas. Ah walau tak pantas bisa menggabarkan atau mencotohkan kalau para jomblo mungkin pernah merasakan cinta. Pada akhirnya cinta itu harus mereka lepas demi hati. Demi hati, hati yang bukan untuk disakiti. Jomblo berhak bahagia meski mereka tak bersama. Matahari dan bulan tetap bersinar meski mereka tak dipertemukan. Layaknya sepasang mata, kita menangis dan menatap bersama meski tak pernah saling tatap. Hey para jomblo. Hujan boleh saja menaungi wajahmu tetapi pelangi harus selalu menghiasi bola mata indahmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar