Kamis, 15 Januari 2015

Tidur, bangun. Bangun, tidur.

Suatu pagi dengan hati yang masih tersayat-sayat
Aku bangun, tapi tak sepenuhnya bangun.
Hati dan otakku masih di sana
Alam mimpi yang berkepanjangan

Aku terbangun, tapi jiwaku entah di mana
Tersesat di alam kenangan
Agaknya ia masih kagok
Kenapa semuanya berubah

Aku tidur, tetapi hatiku tetap terjaga
Menunggu harap demi harap
Melihat mimpi yang berterbangan serambi menjulurkan lidahnya

Aku tidur, tetapi tidak terlelap
Hanya raga yang sedang memulihkan fungsinya
Hati dan jiwaku tetap kelelahan
Betapa ia terus menuntut untuk di berikan waktu untuk menyenangkan rohani nya
Aku tidak tuli
Ataupun bersikap egois
Aku kaku lumpuh
Hanya raga yang berlaga
Selebihnya mati suri

Aku tidur, tetapi rinduku terus menari
Kenangan itu gatal mencari penciptanya
Ah sering kali ia menerobos alam mimpiku
Tak dapatkah aku melepasnya
Untuk sebentar mungkin?

Aku bangun, tetapi tidak pernah bangun dari kenyataan
Bagaimana aku terus berharap
Itu semua tidak lebih dari mimpi buruk
Kalau begitu berapa lama aku tertidur
Bukankah semuanya terlalu panjang
Sementara aku sama sekali tidak pernah tidur

Aku tidur, tetapi terbangun
Aku bangun, tetapi tertidur

Barang kali semua ini
Ulah mulutku yang malas mengucap doa kepadanya
Tuhan, hamba khilaf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar